Page 129 - DS_Disember2019_web
P. 129
PENGKARYA PUISI | MASTERA
AJIP ROSIDI lahir di (1970-1973). Menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian
Jakarta (1972-1981).
Jatiwangi, Majalengka, Jawa
Bersama-sama kawan-kawannya, Ajip mendirikan
Barat, pada 31 Januari 1938 penerbit Kiwari di Bandung (1962), penerbit
Cupumanik (Tjupumanik) di Jatiwangi (1964), Duta
ialah sasterawan Indonesia, Rakyat (1965) di Bandung, Pustaka Jaya (kemudian
Dunia Pustaka Jaya) di Jakarta (1971), Girimukti Pasaka
penulis, budayawan, di Jakarta (1980), dan Kiblat Buku Utama di Bandung
(2000). Terpilih menjadi Ketua IKAPI dalam dua kali
pensyarah, pendiri, dan kongres (1973-1976 dan 1976-1979). Menjadi anggota
DKJ sejak awal (1968), kemudian menjadi Ketua DKJ
redaktur beberapa penerbit, beberapa masaja batan (1972-1981). Menjadi anggota
BMKN 1954, dan menjadi anggota pengurus pleno
pendiri serta Ketua Yayasan (terpilih dalam Kongres 1960). Menjadi anggota LBSS
dan menjadi anggota pengurus pleno (1956-1958) dan
Kebudayaan Rancage. Ajib Rosidi mulai menempuh anggota Dewan Pembina (terpilih dalam Kongres
1993), tetapi mengundurkan diri (1996). Salah seorang
pendidikan di Sekolah Rakyat Jatiwangi (1950), lalu pendiri dan salah seorang Ketua PP-SS yang pertama
(1968-1975), kemudian menjadi salah seorang pendiri
melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Ketua Dewan Pendiri Yayasan PP-SS (1996). Salah
seorang pendiri Yayasan PDS H.B. Jassin (1977).
VIII Jakarta (1953) dan terakhir, Taman Madya, Taman
Sejak tahun 1981 diangkat menjadi guru besar
Siswa Jakarta (1956). Meski tidak tamat sekolah tamu di Osaka Gaikokugo Daigaku (Universitas Bahasa
Asing Osaka), sambil mengajar di Kyoto Sangyo
menengah, dia dipercaya mengajar di perguruan Daigaku (1982-1996) dan Tenri Daignku (1982-1994),
tetapi terus aktif memperhatikan kehidupan sastera-
tinggi Indonesia, dan sejak tahun 1967, juga mengajar budaya dan sosial-politik di tanah air dan terus
menulis. Pada tahun 1989 secara peribadi memberikan
di Jepun. Pada 31 Januari 2011, ia menerima gelar Hadiah Sastera Rancage setiap yang kemudian
dilanjutkan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage yang
Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Budaya dari didirikannya.
Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Setelah bersara, beliau menetap di desa Pabelan,
Kecamatan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah.
Bukunya yang pertama, Tahun-tahun Kematian Meskipun begitu, ia masih aktif mengelola beberapa
lembaga nirlaba seperti Yayasan Kebudayaan Rancage
terbit ketika usianya 17 tahun (1955), diikuti oleh dan Pusat Studi Sunda.
kumpulan sajak, kumpulan cerita pendek, roman,
drama, kumpulan esai dan kritik, hasil penelitian, dan
lain-lain, baik dalam bahasa Indonesia maupun Sunda,
yang jumlahnya sekitar seratus judul.
Pada umur 12 tahun, saat masih duduk di bangku
kelas VI Sekolah Rakyat, tulisan Ajip telah dimuat
dalam ruang anak-anak di harian Indonesia Raya.
Sejak SMP Ajip sudah menekuni dunia penulisan
dan penerbitan. Ia menerbitkan dan menjadi
editor serta pemimpin majalah Suluh Pelajar (1953-
1955). Pada tahun 1965-1967 ia menjadi pemimpin
redaksi Mingguan Sunda; pemimpin redaksi majalah
kebudayaan Budaya Jaya (1968-1979); pendiri penerbit
Pustaka Jaya (1971). Mendirikan dan memimpin Proyek
Penelitian Pantun dan Folklor Sunda (PPP-FS) yang
banyak merekam Carita Pantun dan menerbitkannya
EUNOSASAH telah NOOR HASNAH
menulis sejak tahun 1963. ADAM pernah mengikuti
Puisi pertama berjudul bengkel penulisan cerpen
“Pengemisâ€, terbit Mastera di Bogor pada
dalam majalah PANDU tahun 2003 dan menerima
pada tahun 1963. Genre Anugerah Penulis Muda
penulisan yang diceburi Mastera pada tahun
ialah puisi, cerpen, drama 2013 di Jakarta. Sehingga
radio dan drama pentas kini, telah menerbitkan
serta penulisan lirik lagu. kumpulan puisi dan
cerpen.
31 Dewan Sastera Bil. 12 2019

