Page 126 - Dsastera42020
P. 126
PUISI BULAN INI
PUISI MASTERA
SAJAK ORANG MISKIN
Orang-orang miskin di jalan, Jumlah mereka tak bisa kamu mistik menjadi nol.
yang tinggal di dalam selokan, Mereka akan menjadi pertanyaan
yang kalah di dalam pergulatan, yang mencegat ideologimu.
yang diledek oleh impian, Gigi mereka yang kuning
janganlah mereka ditinggalkan. akan meringis di muka agamamu.
Angin membawa bau baju mereka. Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap
Rambut mereka melekat di bulan purnama. akan hinggap di gorden presidenan
Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala, dan buku programma gedung kesenian.
mengandung buah jalan raya. Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah,
Orang-orang miskin. Orang-orang berdosa. bagai udara panas yang
Bayi gelap dalam batin. Rumput dan lumut jalan selalu ada,
raya. bagai gerimis yang selalu membayang.
Tak bisa kamu abaikan. Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau
Bila kamu remehkan mereka, tertuju ke dada kita,
di jalan kamu akan diburu bayangan. atau ke dada mereka sendiri.
Tidurmu akan penuh igauan, O, kenangkanlah :
dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka. orang-orang miskin
Jangan kamu bilang negara ini kaya juga berasal dari kemah Ibrahim..
karena orang-orang berkembang di kota dan di
desa. WS RENDRA (Indonesia)
Jangan kamu bilang dirimu kaya Djogja, 4 Februari 1978.
bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu.
Dan perlu diusulkan
agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti
Belanda.
Dan tentara di jalan jangan bebas memukul
mahasiswa.
Orang-orang miskin di jalan
masuk ke dalam tidur malammu.
Perempuan-perempuan bunga raya
menyuapi putra-putramu.
Tangan-tangan kotor dari jalanan
meraba-raba kaca jendelamu.
Mereka tak bisa kamu biarkan.
Dewan Sastera Bil. 4 2020 28

